6. Terletak di Kawasan Padat Penduduk
Lokasi tanah yang berada di kawasan padat penduduk juga dapat membuat harga tanah semakin melambung. Pasalnya, kawasan padat penduduk lebih banyak melakukan aktivitas pembangunan dan ekonomi yang lebih tinggi. Karena perkembangan inilah, harga tanah menjadi lebih mahal.
7. Adanya Benda yang Ada di Atas Tanah
Keberadaan benda-benda diatas tanah juga menjadi faktor kenaikan harga tanah. Tanah yang memiliki bangunan atau tanaman diatasnya biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dibanding tanah kosong.
8. Optimis Bisnis Properti
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merasa optimis dengan berbagai hal yang terjadi pada bisnis sektor properti di 2024.
“Kami memandang optimis guidance dari pemerintah di 5,2% pertumbuhan GDP. Kalau kita lihat pertumbuhan saat ini kan di 4,94% sampai 4,95% sudah ya,” kata Direktur Keuangan Bank BTN Nofry Rony Poetra, dikutip dari akun Youtube IDX Channel, Kamis, 14 Desember 2023.
“Sampai akhir tahun akan ada di 5% berarti memang kita melihat ada pertumbuhan yang bagus di GDP kita dan itu disupport oleh konsumsi masyarakat kita,” lanjutnya.
9. Pertumbuhan Real Estate Mencapai 2,75%
Pertumbuhan real estate sampai dengan kuartal III 2023 tumbuh sekitar 2,2%. Berdasarkan pada pertumbuhan GDP, maka pertumbuhan real estate nantinya bisa mencapai 2,5% hingga 2,75%.
Nofry melanjutkan, bahwa dia juga melihat dari sisi pertumbuhan kredit dengan target yang sudah ditetapkan Bank Indonesia (BI), yakni 10% hingga 12%.
“Sementara kami sendiri untuk di 2024 kita percaya bisa tumbuh lebih bagus dibandingkan dengan harga di 2023. Ini menuju harga 11% sampai 13% dan pertumbuhan kredit ini akan mensupport sekali,” jelasnya.