Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

12 Fakta Harga Tanah Jakarta hingga Proyeksi Bisnis Properti di Tahun Naga Kayu

Nurul Amirah Nasution , Jurnalis-Minggu, 28 Januari 2024 |07:12 WIB
12 Fakta Harga Tanah Jakarta hingga Proyeksi Bisnis Properti di Tahun Naga Kayu
Harga Tanah di Jakarta. (Foto: Okezone.com/MPI)
A
A
A

10. Kenaikan Harga Komoditas Berbanding Lurus

Deputy Group CEO Investment International Tech and Emerging Sinar Mas Land Ferdinand Sadeli juga meyakini bahwa kondisi bisnis properti di Indonesia semakin baik.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas berbanding lurus dengan kenaikan harga properti. Ruang lingkup properti di Indonesia pun harus melengkapi tiga aspek, yaitu akses, fasilitas, dan infrastruktur sehingga nilai properti tersebut akan naik.

Terkait data penjualan dari enam perusahaan properti di Indonesia. Terbukti dari tahun 2017 hingga 2023 penjualan properti terus tumbuh secara konsisten dengan rata-rata Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan (CAGR) sebesar 2,85% sampai 3%.

“Terbukti properti ini masih terus tumbuh karena angka 3% tadi. Walau enggak sama, ada yang naik sedikit, ada yang naik cukup tinggi,” katanya dikutip dari Youtube Permata Bank, pada 4 Oktober 2023. 

11. Prospek Investasi Properti tahun 2024

Motivator Marketing Tung Desem Waringin menjelaskan prospek investasi sektor properti di tahun 2024, termasuk saat masa Pemilu di Februari mendatang.

“Kalau saya tahu persis bahwa pemerintah ini sedang fokus kepada supaya properti naik. Buktinya dibuat satu peraturan 2024 sampai dengan Bulan Juni bahwa pembelian properti di bawah Rp2 miliar bebas PPN,” jelasnya di akun Youtube Sinar Mas Land, Kamis, 7 Desember 2023.

Dirinya menghimbau untuk investasi ke hal-hal yang sedang diperhatikan atau disubsidi oleh pemerintah. Serta, apabila kondisi inflasi lebih besar dari bunga bank, maka itu saat yang tepat untuk memindahkan harta dari deposito atau tabungan ke emas atau properti.

“Properti ini banyak menangnya. Kalau inflasi lebih tinggi dari bunga bank, lebih baik pindah ke properti. Kalau investasi di properti, turunnya turun sedikit, tapi naiknya bukan naik lagi tapi ganti harga,” tutur Tung Desem. 

12. Properti Berdampak pada TOD

Business Development Director of MRT Jakarta Farchad H. Mahfud mengatakan, bahwa sektor properti berdampak pada perkembangan Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD). Contohnya pada proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2.

Farchad menjelaskan, tujuan dibangunnya TOD ini untuk mengubah pola mobilitas masyarakat secara jangka panjang dan berkelanjutan. Serta, dia melihat biaya bepergian semakin mahal dan menghabiskan banyak waktu di jalan.

“Dengan konsep TOD ini berharap memperbaiki akses mobilitas warga dan kita ingin improve. Caranya dengan bagaimana orang-orang bisa dengan mudah menjangkau MRT Jakarta,” ujarnya dikutip dari Youtube Permata Bank, pada 4 Oktober 2023.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement