"Sebelumnya pasokan di Pasar Johar cuma 500 ton per hari, dengan tambahan SPHP 300 ton menjadi 800 ton per hari dan ini sudah mendekati pasokan normal di sini yang rata-rata sebesar 1.000 ton per hari" kata Bayu.
Selanjutnya Sekretaris Paguyuban Pedagang Beras Pasar Johar Karawang Acin mengatakan saat ini kondisi harga beras di pasar tersebut ada penurunan harga sebesar Rp1.000 sampai Rp1.500 per kilogram (kg).
"Untuk beras lokal Demak harganya sudah turun dari Rp14.500 perkilo menjadi Rp13.500 per kilo. Sementara untuk beras premium yang tadinya Rp16.000 per kilo sekarang menjadi Rp14.500 per kilo," paparnya.
4. Pengaruh Pasokan Beras Dengan Harga Beras
Menurut Acin, dengan adanya tambahan pasokan beras Bulog di Pasar Johar sangat berdampak terhadap penurunan harga beras.
Selain Pasar Induk Beras Cipinang yang merupakan pasar grosir tingkat konsumen, Pasar Johar Karawang merupakan pasar grosir produsen yang juga mempengaruhi kondisi perberasan di Jabodetabek.
5. Harga Beras Turun Jelang Ramadhan
Bapanas menegaskan bahwa harga beras bakal turun menjelang Bulan Suci Ramadhan. Hal itu disebabkan faktor masuknya musim panen raya di beberapa daerah yang sudah terjadi belakangan ini.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan, masuknya panen raya membuat harga gabah mengalami penurunan, hal tersebut berdampak pada turunnya harga pokok produksi (hpp) di tingkat penggilingan, sehingga harga beras di pasar menjadi murah.
6. Prediksi Stok dan Penurunan Harga Beras
Menurut Arief, masuknya musim panen ini diproyeksikan harga gabah akan kembali di angka Rp6.500-Rp7.000 per kilogram. Sedangkan harga gabah saat ini memang masih berada di angka Rp8.600-Rp8.700 per kilogram. Pembentukan harga beras di pasar merupakan 2 kali harga gabah.
Sehingga ketika harga gabah berada di level, katakanlah seperti yang dikatakan Arief Rp7.000 per kilogram, maka kemungkinan harga beras di pasar sekitar Rp14 ribu/per kilogram. Harga tersebut menurutnya sudah berada di jalur Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Otomatis (harga beras turun ketika panen), jadi malah kebalikannya yang harus dijaga di tingkat petani," ujar Arief di pasar induk beras Cipinang
Pada kesempatan tersebut, Arief mengungkapkan diproyeksikan pada bulan Maret mendatang akan ada panen padi sebanyak 3,5 juta ton. Jumlah tersebut terhitung surplus jika dibandingkan dengan kebutuhan beras per bulan sebanyak 2,5 juta ton.
"Kemudian, minggu ini panen lokal sudah dimulai sehingga harga gabah ini akan berangsur turun dari sebelumnya di angka Rp8.600-Rp8.700 akan turun jadi Rp8.000, dan akan turun lagi menjadi sekitar Rp6.500 per kilo," lanjutnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.