Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bye Pengangguran, Ini Cerita UKM Sablon dari Bisnis Rumahan Kini Punya Omzet Rp170 Juta

Saskia Adelina Ananda , Jurnalis-Selasa, 26 Maret 2024 |12:55 WIB
Bye Pengangguran, Ini Cerita UKM Sablon dari Bisnis Rumahan Kini Punya Omzet Rp170 Juta
Cerita UKM Sablon Kini Punya Omzet Rp170 Juta (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Cerita UKM sablon dari bisnis rumahan kini punya omzet Rp170 juta per bulan. Dia adalah adalah Robert Soebandy atau akrab disapa Obeng yang tidak pernah menyangka usaha percetakan dan sablonnya akan terus berkembang hingga kini.

Berawal dari usaha sablon rumahan yang dimulai sejak sekitar tahun 2015 lalu, kini usaha Rainbow Printing yang dirintisnya telah mampu mempekerjakan 11 orang karyawan dengan omzet sedikitnya Rp170 juta per bulan.

“Saat ini permintaan sablon untuk baju dan cup (gelas minuman) terus meningkat, penambahan karyawan sejak tahun 2018 juga terus kami lakukan. Hanya dari mencetak sablon untuk gelas minuman saja pesanan bisa meningkat 5 kali lipat. Per bulannya dulu kami hanya mencetak 20 ribu, sekarang sudah mencapai 50 ribu cup. Sekitar 50% omzet kami berasal dari sini,” kata Obeng dalam keterangan tertulis KPC, Jakarta, Selasa (26/3/2024).

 BACA JUGA:

Awalnya diberi modal Rp24 juta yang dibagi kepada 4 kelompok. Itu adalah modal pertama yang dikembangkan untuk modal usaha.

"Selebihnya tidak ada lagi modal yang berbentuk uang yang diberikan,” tuturnya.

Selebihnya, menurutnya program UKM Tangguh yang diikutinya memberikan pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha,

“Kami diajari cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), cara berpromosi, serta bagaimana mengembangkan digital marketing, hingga ke masalah pembukuan,” katanya.

Saat ini usaha percetakan dan sablonnya telah memperoleh dua investor yang didapatkan secara mandiri (angle investor) dan mau menginvestasikan dana sebesar Rp420juta untuk alat dan mesin.

Bahkan untuk lebih mengembangkan lagi usahanya, Obeng tak segan melakukan studi banding ke beberapa pengusaha lain hingga ke luar pulau Kalimantan.

Di saat kebanyakan warga Kutai Timur adalah pekerja tambang, sangat sedikit yang menaruh minat menjadi pengusaha.

Obeng adalah salah satu lulusan Program UKM Tangguh angkatan pertama yang digulirkan sejak tahun 2014 lalu oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu perusahaan tambang di Indonesia yang beroperasi di wilayah Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

KPC menggagas Program Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Tangguh yang merupakan program penguatan kewirusahaan berbasis pendampingan lokal, meliputi 4 kecamatan, Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Rantau Pulung.

“Target UKM Tangguh adalah penguatan usaha mikro, membuka jalan agar penyerapan tenaga siap kerja menjadi lebih besar, dan menghadirkan pendamping UKM yang terlatih di Kabupaten Kutai Timur. Pendampingan juga melibatkan fasilitator dari Komunitas Pengusaha Tangan di Atas (TDA). Selain itu, program ini juga berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan pelaku UKM di Kutai Timur,” kata Super Intendant Local Business Development KPC bidang Community Empowerment, Faizal.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement