Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementerian PUPR Tuntaskan Pembangunan Enam Titik Sumur Bor di Mamuju

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 25 April 2024 |11:14 WIB
Kementerian PUPR Tuntaskan Pembangunan Enam Titik Sumur Bor di Mamuju
Sumur bor bertenaga matahari untuk warga terdampak gempa bumi 2021 di Mamuju. (Foto: dok Kementerian PUPR)
A
A
A

MAMUJU - Sebagai bentuk pemulihan kondisi pasca bencana gempa bumi 2021 di kawasan Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menuntaskan pembangunan sumur bor di enam titik.

Hal ini untuk memastikan keberlanjutan layanan penyediaan air bersih bagi warga yang pada 2021 tersebut terdampak bencana.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan bahwa ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari para korban bencana sangat penting.

“Saya melihat Kabupaten Mamuju dan Majene telah benar-benar pulih setelah dilanda bencana gempa Januari 2021 lalu. Ke depan, kami tetap prioritaskan layanan air bersih terutama di lokasi terdampak bencana untuk memastikan seluruh kondisi sosial-ekonomi kembali berjalan normal," kata Jubir Endra.

Layanan penyediaan air bersih bagi warga yang terdampak bencana di Mamuju. (Foto: dok Kementerian PUPR)


Pembangunan sumur bor dilakukan di enam titik dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Enam titik tersebut yakni di Stadion Manakara, Kantor Gubernur, Korem 142 Mamuju, Polda Sulawesi Barat, Terminal Simbuang, dan Desa Mekkata.

Kepala BWS Sulawesi III Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana mengatakan, saat ini sumur bor di enam titik tersebut telah dimanfaatkan warga sekitar terutama bagi mereka yang terdampak gempa.

"Pompa sumur bor tersebut dioperasikan menggunakan tenaga surya (matahari) sehingga jika suatu saat terjadi bencana atau gangguan listrik, pompa tersebut masih bisa menyuplai air bersih," tuturnya.

Dari keenam titik yang dibangun, lanjutnya, yang terbesar adalah di Stadion Manakara dengan debit hingga 2,7 liter/detik, sementara sisanya memiliki debit 0,9-2liter/detik.

"Semua sumur bor tersebut dilengkapi dengan menara air dan hidran umum berjumlah hingga 4 unit, sehingga dapat digunakan oleh masyarakat banyak sekaligus," ujar Dedi.

(Agustina Wulandari )

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement