Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga akhir April 2024 mencapai Rp849,2 triliun, atau mencapai 25,5% dari pagu. Realisasi belanja ini tumbuh 10,9% YoY.
Dengan kinerja APBN yang mengalami surplus tersebut, Sri Mulyani melaporkan, keseimbangan primer pada April 2024 juga surplus Rp237,1 triliun.
Keseimbangan primer sendiri merupakan total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan pendapatan negara sebesar Rp2.781,3 triliun. Adapun, belanja negara pada APBN 2024 ditetapkan sebesar Rp3.325,1 triliun yang terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp1.090,8 triliun, Belanja non-K/L sebesar Rp1.376,7 triliun, dan Transfer ke Daerah sebesar Rp857,6 triliun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.