JAKARTA - Masyarakat Palestina yang berada di Gaza mengalami krisis uang tunai. Meski memiliki simpanan di bank, namun tidak dapat menarik uang karena banyak tokok tidak menerima transaksi elektronik.
Seorang Warga Palestina dari Deir al Balah di Gaza, Mohamed al-Kloub, uang tunai menjadi sangat langka di Gaza dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah Israel membekukan alokasi pendapatan pajak Palestina untuk Gaza.
“Ada hari-hari ketika saya tidak bisa membeli sepotong roti untuk anak-anak saya, meskipun roti tersedia dan saya mempunyai uang di rekening bank saya,"ujarnya, dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (7/7/2024).
Pada beberapa bulan pertama serangan Israel ke Gaza, ketika jumlah pengungsi meningkat, warga Gaza mengantre di depan mesin ATM dan bank. Bahkan untuk mendapat uang tunai, ada yang menunggu berhari-hari sebelum giliran mereka untuk menarik uang tiba.
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya jumlah bank yang hancur, beberapa warga dihadapkan pada apa yang oleh warga Gaza disebut sebagai “mafia penukaran uang”. Sebutan itu merujuk pada sekelompok orang yang melihat peluang untuk meraup keuntungan di tengah kekacauan dan kepanikan.
Pada 24 Maret atau enam bulan setelah Israel memulai serangan mereka ke Gaza, Otoritas Moneter Palestina mengumumkan bahwa tidak mungkin membuka kantor cabang yang tersisa di seluruh Jalur Gaza karena pemboman yang terus berlanjut, pemadaman listrik, dan situasi sulit di lapangan.
Situasi tersebuti mengakibatkan krisis uang tunai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian besar ATM juga tidak dapat beroperasi.
Pada 11 Mei lalu, Otoritas Moneter Palestina meluncurkan layanan pembayaran elektronik instan, menggunakan layanan perbankan online, dompet elektronik, dan kartu bank.
Namun pemadaman internet merupakan masalah besar sehingga layanan ini tidak digunakan secara luas.
“Selama delapan bulan, saya hanya menemukan satu toko yang menerima transaksi elektronik, terutama sekarang ketika produk-produk dipajang dan dijual di “kios” di kamp, bukan di toko,” kata Mohamed.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.