JAKARTA – Utang pemerintah tercatat naik menjadi Rp8.444,87 triliun dari posisi Rp8.353,02 triliun. Tercatat utang ini naik sekitar Rp91,85 triliun.
Kenaikan utang ini menyebabkan rasio utang pemerintah kepada produk domestik bruto (PDB) juni 2024 ikut naik diangka Rp39,13% hampir mendekati 40%. Rasio utang yang lebih tinggi dari sebelumnya yaitu sebesar 38,71%. Dikutip dari data dokumen APBN.
Pemerintan melakukan penerbitan utang dengan tenor yang panjang. Jatuh tempo utang pemerintah di 7,98 tahun.
“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," tulis keterangan Kementerian Keuangan.
Pemerintah akan mencoba konsisten untuk mengelola utang secara cermat dam terukur dan menjaga risiko suku bunga, mata uang, likuiditas serta jatuh tempo yang optimal.
Beberapa catatan utang pemerintah terdiri dari Surat Berharga (SBN) senilai Rp7.418,76 triliun yang setara 87,85% dari total utang pemerintah.
Kemudian nilai utang pemerintah dari pinjaman sebesar Rp1.026,11 triliun atau juga setara dengan 12,15% total uang pemerintah.
Baca Selengkapnya: Utang Pemerintah Naik Lagi! Kini Tembus Rp8.444 Triliun, Hampir 40% PDB
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.