Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Belum Terbuka Soal Isi 26.415 Kontainer yang Diloloskan dari Pelabuhan

Yaser Rafi Pramudya , Jurnalis-Sabtu, 10 Agustus 2024 |16:09 WIB
Sri Mulyani Belum Terbuka Soal Isi 26.415 Kontainer yang Diloloskan dari Pelabuhan
Sri Mulyani Belum Transparan Soal Isi 26.415 Kontainer. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani belum transparan terkait isi 26.415 kontainer yang tertahan dan kemudian diloloskan dari pelabuhan pada Mei 2024. Padahal Kemenperin dengan tegas meminta informasi data tersebut secara detail untuk memitigasi dampak pelolosan 26 ribu kontainer tertahan tersebut pada industri.

Namun sampai saat ini, Kemenperin belum bisa menyusun kebijakan atau langkah-langkah antisipatif pelolosan isi kontainer tersebut dari pelabuhan meski kinerja industri manufaktur dalam negeri telah turun pada Juli 2024 berdasarkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan kontraksi berdasarkan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur S&P Global.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, Menteri Perindustrian telah menerima surat balasan Menteri Keuangan yang disampaikan dan ditandatangani oleh Dirjen Bea dan Cukai. Surat dari Dirjen Bea dan Cukai tersebut diterima 2 Agustus 2024, dua pekan sejak surat tersebut ditandatangani, tanggal 17 Juli 2024.

"Sayangnya, data yang disampaikan pada surat tersebut tidak bisa kami gunakan untuk memitigasi dampak pelolosan puluhan ribu kontainer tersebut pada industri karena terlalu makro, tidak detail dan hanya sebagian. Kesannya ada data isi dari puluhan ribu kontainer tersebut yang “disembunyikan"," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian telah mengirimkan surat pada Menteri Keuangan tanggal 27 Juni 2024 terkait permohonan data isi 26.415 kontainer yang tertahan di Pelabuhan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement