Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GGRP Terima Investasi Rp930 Miliar dari IFC Bank Dunia

Gibran Khayirah Tavip , Jurnalis-Minggu, 08 September 2024 |13:00 WIB
GGRP Terima Investasi Rp930 Miliar dari IFC Bank Dunia
Gunung Raja Paksi Dapat Investasi Rp930 Miliar. (Foto: Okezone.com/Milenial)
A
A
A

JAKARTA - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) menerima investasi pembiayaan dari International Finance Corporation (IFC) senilai USD60 juta atau setara Rp930 miliar (kurs Rp15.500 per USD).

Chairman of Executive Committee GRP Kimin Tanoto mengatakan pembiayaan tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi baja rendah karbon GRP serta mengembangkan dan menerapkan strategi dekarbonisasi yang mendukung upaya perusahaan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai standar internasional.

"Pembiayaan ini akan membantu perusahaan meningkatkan produksi baja rendah karbon berkualitas tinggi di pabrik seluas 200 hektare di Jawa Barat. Pabrik ini akan menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata global," katanya melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (8/9/2024).

Penandatanganan perjanjian pembiayaan antara GRP dengan IFC yang dilakukan di Jakarta, Jumat (6/9) tersebut merupakan investasi anggota Bank Dunia Grup tersebut yang pertama di sektor baja Asia dalam lebih dari satu dekade.

Permintaan baja global diperkirakan meningkat 30 persen pada tahun 2050, dan sebagian besar dari peningkatan tersebut akan dipenuhi oleh Asia, lanjut Kimin, produksi baja Indonesia telah meningkat lebih dari 90 persen sejak 2019 dan diperkirakan akan terus meningkat tahun ini.

"Investasi IFC di GRP datang pada waktu yang tepat, seiring dengan ambisi Indonesia untuk menjadi produsen baja global dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Investasi ini juga membantu GRP mencapai target mereka untuk emisi nol bersih pada tahun 2050," ujarnya.

Menurut dia, industri baja adalah salah satu penyumbang terbesar terhadap krisis iklim global, bertanggung jawab atas 8 persen emisi gas rumah kaca dunia, jika tidak ditangani, sektor ini bisa menghabiskan seperempat dari anggaran karbon dunia untuk menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celcius pada tahun 2050.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement