Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sri Mulyani Terkejut Didatangi 'Manusia Setengah Dewa' Menteri Radius Prawiro

Rani Hardjanti , Jurnalis-Sabtu, 21 September 2024 |12:52 WIB
Kisah Sri Mulyani Terkejut Didatangi 'Manusia Setengah Dewa' Menteri Radius Prawiro
Buku Tentang Sri Mulyani (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memiliki pengalaman yang tidak terlupakan. Ketika Sri Mulyani masih berprofesi sebagai pengamat ekonomi, dia mendadak didatangi 'Manusia Setengah Dewa'.

Sri Mulyani menceritakan, peristiwa itu terjadi saat masih berdomisili di Kompleks Perdagangan, Ciledug, Tangerang, Banten.

"Saya menyebutnya itu rumah river side, karena begitu pintu dibuka langsung sungai," kelakar Sri Mulyani, dalam peluncuran buku No Limits, Reformasi dengan Hati, di Gedung Dhanapala, Jumat (20/9/2024) malam.

Manusia setengah dewa yang dimaksud adalah Dr. Radius Prawiro, Drs.ec.,AK. Kala itu Radius Prawiro menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pembangunan RI era Presiden Soeharto.

Radius Prawiro datang tidak sendirian, melainkan ditemani istrinya. Didatangi seorang menteri di masa tersebut, merupakan suatu hal yang luar biasa.

Ternyata, kedatangan Radius Prawiro adalah dalam rangka diskusi rencana penerbitan sebuah buku. Radius Prawiro saat itu tengah menerbitkan sebuah buku.

"Itu ngagetin. Zaman Pak Soeharto itu seorang teknokrat kan 'Manusia Setengah Dewa'. Kita tuh masih rakyat jelata," cerita gelar Menteri Keuangan terbaik se-Asia tersebut.

Menurutnya, pengalaman memberikan eksposur kepada dirinya hingga menjadi seperti sekarang. "Ini jadi bekal. Dulu saya tidak bercita-cita menjadi menteri. Ibu saya selalu bertanya 'Kapan koe (kamu) jadi profesor?'," ujarnya sambil menjelaskan bahwa profesi yang paling top di mata sang Ibunda adalah bisa menyandang gelar Profesor.

Sekadar diketahui, ibunda Sri Mulyani (almarhumah) adalah Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko dan ayahanda adalah Prof Drs Satmoko (almarhum) adalah pendidik yang ikut mendirikan dan membesarkan IKIP Semarang yang sekarang menjadi Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Waktu terus berjalan dan kemudian Sri Mulyani didapuk menjadi menteri. Meski sudah masuk kabinet, namun di mata sang Ibunda tetaplah gelar Profesor adalah yang paling bagus.

"Menteri itu ketoe apik (kelihatannya bagus). Tapi bagusan profesor," ucap Sri Mulyani menirukan gaya sang Ibu.

"Al-fatihah buat Ibu saya," tutup wanita yang pernah menjabat di World Bank atau Bank Dunia.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement