Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hitung-hitungan Susu Ikan Masuk Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Fadhila Khairunnisa , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2024 |07:08 WIB
Hitung-hitungan Susu Ikan Masuk Program Makan Bergizi Gratis Prabowo
Hitung-hitungan susu ikan masuk dalam program makan bergizi gratis (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menakar hitungan susu ikan masuk dalam Program Makanan Bergizi (MBG) Gratis Prabowo-Gibran. Susu ikan digadang-gadang masuk dalam program MBG Prabowo-Gibran.

Namun, produksi susu ikan yang masih kecil menjadi tantangan jika susu ikan menjadi salah satu komponen dalam MBG. CEO & Co-Founder Berikan Protein Initiative Maqbulatin Nuha mengatakan dengan skala produksi saat ini, susu ikan belum mampu untuk mengcover kebutuhan nasional.

"Memang tantangan kapasitas produksi, kita baru bisa support untuk di satu daerah kabupaten saja sedangkan ini kebutuhan internasional untuk naik menu tersebut," kata dia, Rabu (9/10/2024).

Dia pun menegaskan belum ada keputusan dari pemerintah bahwa susu ikan akan masuk dalam program MBG. Saat ini, susu ikan hanya sebatas dipasarkan dan dijual secara online agar semakin dikenal masyarakat.

“Kita masih belum ada keputusan (masuk program MBG) seperti itu, nah makanya sekarang yang kami lakukan tetap menjalankan bisnis yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya dan juga kita pasarkan di online. Tetapi untuk masuk ke dalam program memang masih dalam tahap perumusan dan dari kita sendiri belum ada juga kepastian untuk keputusannya seperti apa,” ujar Nuha.

Dalam kesempatan tersebut, dia bercerita asal mula susu ikan diciptakan. Awalnya, Berikan Protein Initiative pernah melakukan survei ke 65.000 responden dari 300-an kota Kabupaten se Indonesia.

Dari survei tersebut ditemukan bahwa 81% orang Indonesia kekurangan protein. Di mana asupan hariannya itu 40 gram per orang per hari padahal yang direkomendasikan oleh Kemenkes itu ada sekitar 57 gram per orang per hari.

Nuha menekankan bahwa fakta yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan, mengingat Negara Indonesia memiliki kekayaan alam laut yang melimpah yang seharusnya sumber protein bisa dengan mudah diakses. Ia juga heran dengan sumber daya alam yang melimpah masih saja terdapat defisit protein yang sangat jauh di Negara ini. Menurutnya, situasi ini menunjukkan adanya masalah mendasar yang perlu segera diatasi untuk memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup guna mendukung kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Jika kita perhatikan, Ikan yang merupakan komoditas lokal, memiliki komponen gizi yang sangat baik, dan dapat berfungsi sebagai komplemen bahan pangan lain untuk pencukupan gizi masyarakat. Ikan segar ideal untuk dikonsumsi langsung bila logistik mendukung. Dengan berbagai jenis ikan, seperti ikan selar, petek, lemuru, tetelan kakap, dan ikan kuniran dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat susu ikan.

Istilah ‘susu ikan’ yang sudah beredar di masyarakat seolah-olah memberikan kesan bahwa ikan menghasilkan cairan seperti susu, padahal produk tersebut pada realitanya merupakan sebuah bubuk dari hasil olahan ikan yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber protein. Hal ini sangat penting untuk diluruskan kepada masyarakat agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman mengenai produk yang akan mereka konsumsi.

Bubuk ikan atau fish powder ini dikembangkan oleh sebuah NGO yang bernama Berikan Protein Initiative. NGO ini bergerak ke arah peningkatan awareness masyarakat akan sebuah inovasi yang bisa mendorong kecukupan protein masyarakat Indonesia. Untuk memperkenalkan produk inovasi ini membutuhkan waktu tujuh tahun dengan menggandeng banyak ahli agar bisa menghadirkan solusi atas kurangnya gizi masyarakat Indonesia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement