Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Asing Minat Garap Program 3 Juta Rumah Prabowo, 9 Naga Terbuka

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 11 Oktober 2024 |13:37 WIB
Investor Asing Minat Garap Program 3 Juta Rumah Prabowo, 9 Naga Terbuka
Investor asing minat garap proyek 3 juta rumah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAInvestor asing minat menggarap program 3 juta rumah Prabowo Subianto, khususnya Qatar. Hal ini seperti diungkap oleh Ketua Satgas Perumahan sekaligus adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

Dalam acara Executive Dialogue Propertinomic Real Estate Indonesia (REI) yang digelar di Jakarta pada Kamis (10/10/2024), Hashim menyebut bahwa ada seorang pengusaha Qatar yang berminat menggarap program tersebut untuk wilayah perkotaan.

Dikatakan, sosok pengusaha itu dekat dengan Emir Tamim bin Hamad Al-Thani, dan dia berminat untuk membangun 1 juta unit apartemen, di mana hal itu memang dimungkinkan karena menurut Hashim, proyek di wilayah perkotaan terbuka bagi kontraktor besar.

"Sudah ada indikasi sukses (program 3 juta rumah). Saya dua minggu lalu ke Qatar, ada seorang pengusaha keluarga dekat dengan Emir Tamim bin Hamad Al-Thani, sudah menyatakan minat membangun 1 juta unit apartemen," ujar Hashim.

"Dengan syarat dari emir, tidak boleh rugi. Tapi gak boleh untung besar. Ini bagi mereka itu amal, tapi amal jangan rugi. Keuntungan tipis-tipis bolehlah, yang penting adalah demand, kebutuhan," lanjutnya.

Untuk diketahui, program 3 juta rumah yang akan dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto sendiri rencananya akan digarap secara bersama-sama baik oleh kontraktor UMKM maupun pemain besar.

Dijelaskan bahwa para kontraktor UMKM akan mendapat kesempatan untuk menggarap 2 juta rumah di wilayah pedesaan, sementara pemain besar bisa ikut tender untuk mengerjakan pembangunan 1 juta rumah di wilayah perkotaan.

"Pak Prabowo ingin yang 2 juta rumah dihandle kontraktor-kontraktor pengusaha kecil, UMKM. Kita mau bangun kembali middle class. Yang 1 juta di perkotaan terbuka lebar yang besar besar boleh ikut. Ciputra, 9 naga terbuka," ujarnya.

Program ditargetkan bisa terealisasi dalam jangka waktu satu tahun, yang artinya dalam satu periode kepemimpinan akan berdiri hingga 15 juta rumah. Hashim menyebut target tersebut harus dipasang setinggi mungkin untuk memberikan hunian layak kepada masyarakat.

"Masalah stunting bukan hanya karena gizi buruk, itu juga karena lingkungan. Dan kalau anak kecil ini hidup dalam suasana dan lingkungan yang tidak sehat, minum air kotor, mandi dengan air kotor, maka terjadi stunting. Kalau mau berantas stunting tidak hanya makan bergizi tapi juga rumah yang layak," tandasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement