Lebih lanjut Anindya menyatakan bahwa Kadin siap mendukung pemerintah dalam satuan tugas deregulasi, perdagangan, investasi, serta penciptaan lapangan kerja. Salah satu potensi yang diangkat adalah sumber daya mineral berbasis hijau sebagai keunggulan Indonesia dalam negosiasi dagang.
"Ini semua bukan hanya permintaan AS, tapi kita lakukan bersamaan. Dan yang terakhir, tadi juga bicara mengenai mineral green base yang menjadi salah satu andalan kita dalam bernegosiasi. Karena kita mempunyai kelebihan ini," jelas Anindya.
Anindya juga menekankan pentingnya kerja sama yang saling menguntungkan. Dirinya juga menyatakan bahwa Kadin siap mendukung pemerintah dalam satuan tugas deregulasi, perdagangan, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.
"Yang penting adalah win-win. Menang untuk Indonesia, dan juga untuk Amerika (Serikat). Dan mereka menyambut baik hal ini," tambah Anindya.
Sementara dalam pertemuan dengan Foreign Agricultural Services Anindya menyampaikan ketertarikan Indonesia untuk memperkuat kerja sama di sektor pertanian, khususnya komoditas seperti kedelai, kapas, dan produk susu.
"Ada beberapa diskusi yang menarik, yang pertama produk halal dari AS menghadapi ada satu dua hambatan di Indonesia, ini kita dengarkan tentu untuk kita sampaikan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Kementerian Pertanian dan kolega di pemerintah. Tapi kita lihat ini suatu potensi, tapi harus ikuti aturan yang berlaku, tapi potensi untuk bekerja sama," tandas Anindya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.