"Kecuali ada indikasi pembalasan Iran lebih lanjut atau eskalasi oleh Israel atau AS, maka kita mungkin akan melihat beberapa premi risiko geopolitik keluar dari harga dalam beberapa hari ke depan," katanya.
Sebagai informasi, harga Brent sebelumnya sempat naik hampir 6% karena investor khawatir pembalasan Iran akan mengganggu ekspor minyak dari kawasan Teluk. Iran bahkan sempat mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur sempit di lepas pantai selatan Iran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global menuju kilang-kilang di seluruh dunia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.