Sebagai gantinya, anggaran tersebut dialihkan ke Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang dinilai lebih siap dalam hal data penerima dan eksekusi. Hal ini disampaikan Sri Mulyani di Kantor Presiden Jakarta, Senin (2/6), sebagaimana dikutip dari Antara.
Ia juga menyoroti bahwa pada tahap awal perencanaan, BSU sempat dipertanyakan efektivitasnya karena merujuk pada pengalaman saat pandemi COVID-19, di mana data penerima masih memerlukan penyempurnaan.
Baca Selengkapnya: Rencana Stimulus Diskon Tarif Listrik 50 Persen Jelang Akhir 2025
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.