JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2025 sebesar 123,57 atau naik 0,76% dibandingkan Juli 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,84%, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,08%.
“Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah,” kata Pudji, dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Berdasarkan subsektor, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada tanaman pangan.
“Subsektor pangan ini mengalami peningkatan NTP sebesar 2,40%. Hal ini karena kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 2,31%, lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09%,” ungkap Pudji.
Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima petani adalah gabah, jagung, ketela rambat, dan kacang hijau.
Sementara itu, nilai tukar nelayan juga mengalami peningkatan sebesar 0,77%. Hal ini disebabkan indeks harga yang diterima nelayan naik 0,87%, lebih tinggi dari kenaikan Ib sebesar 0,10%.
Komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan It adalah tongkol, cakalang, kembung, dan selar.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.