Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Tilapia? Komoditas Budidaya yang Dilirik Pasar Dunia

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 27 November 2025 |15:24 WIB
Apa Itu Tilapia? Komoditas Budidaya yang Dilirik Pasar Dunia
Budidaya ikan di Indonesia yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, asosiasi, komunitas. (Foto: Okezone.com/KKP)
A
A
A

JAKARTA – Tilapia, ikan air tawar yang kaya protein kini menjadi primadona dalam perikanan budidaya Indonesia. Selain menjadi sumber gizi bagi masyarakat lokal, komoditas ini semakin dilirik pasar global, menjadikannya salah satu andalan ekspor nasional sekaligus strategi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi biru Indonesia.

Tilapia menjadi sorotan karena kandungan proteinnya yang tinggi, rendah lemak, serta kaya vitamin dan mineral, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, dewasa, hingga lansia. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan dan berkualitas untuk memperkuat ketahanan pangan dan menyiapkan Generasi Emas 2045.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ishartini menjelaskan bahwa seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia, kebutuhan protein hewani juga semakin tinggi. Ikan diakui sebagai sumber gizi terbaik, terutama untuk pertumbuhan anak dan peningkatan kualitas kesehatan.

“Tilapia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan air tawar yang bernilai gizi tinggi, dengan kandungan protein sekitar 25 gram per 100 gram daging, omega-3, serta vitamin penting lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, otak, dan fungsi tubuh secara keseluruhan,” jelas Ishartini, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan bahwa penyediaan sumber protein ikan hasil budidaya perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang ramah lingkungan. 

“Mari bersama-sama mengubah budaya makan ikan dan meningkatkan persepsi positif terhadap konsumsi ikan melalui edukasi, diversifikasi olahan, dan kampanye akses ikan segar dan berkualitas,” ujarnya.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb. Haeru Rahayu, menekankan bahwa perikanan budidaya harus dijalankan secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, sesuai dengan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) berbasis ekonomi biru serta regulasi yang berlaku.

“Tentunya diperlukan studi dan kajian komprehensif mengenai budidaya ikan di Indonesia yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, asosiasi, komunitas, pemerintah, hingga media. Kolaborasi ini penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai negara eksportir, sehingga tilapia dapat terus menembus pasar dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Regal Springs Indonesia Rudolf Hoeffelman menegaskan bagaimana kolaborasi Regal Springs Indonesia bersama pemerintah melalui produk ikan bermutu dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan global, serta berkontribusi dalam ekonomi biru. 

“Tilapia saat ini menjadi salah satu komoditas ekspor utama di sektor perikanan Indonesia, dan semakin meningkat permintaannya di pasar global. Maka itu, hari ini kami ingin membawa pengalaman kuliner yang sama dengan yang dinikmati konsumen kami di pasar global, melalui tilapia untuk masyarakat Indonesia,“ jelasnya.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement