Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancam Bekukan Bea Cukai Ganti dengan Asing, Purbaya: Pernah Dilakukan di Orde Baru

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 27 November 2025 |19:03 WIB
Ancam Bekukan Bea Cukai Ganti dengan Asing, Purbaya: Pernah Dilakukan di Orde Baru
Ancam Bekukan Bea Cukai Ganti dengan Asing, Purbaya: Pernah Dilakukan di Orde Baru (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tidak kesal atas kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Meski demikian, Purbaya memastikan keseriusan untuk membekukan unit eselon I di Kemenkeu tersebut jika tidak memperbaiki kinerjanya.

"Saya nggak kesal Bea Cukai," kata Purbaya kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Purbaya menegaskan pembekuan Bea Cukai merupakan bagian dari rencana untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai.  Dirinya ingin mengambil kebijakan sebagaimana yang pernah dilakukan era Orde Baru, yakni membekukan Bea Cukai dan menyerahkan operasionalnya ke operator swasta SGS (Société Générale de Surveillance) asal Swiss. Dengan catatan Bea Cukai tidak juga bisa memperbaiki kinerja mereka.

"Waktu zaman Orde Baru, SDS yang menjalankan pengecekan di custom kita. Jadi saya pikir dengan adanya seperti itu orang-orang Bea Cukai, tim saya di Bea Cukai semakin semangat. Pengembangan software-nya juga cepat sekali," kata Purbaya.

Meski begitu, Purbaya masih pikir-pikir menyerahkan operasional Bea Cukai kepada operator swasta asal Swiss tersebut. Dia justru ingin Bea Cukai berjalan seperti saat ini. Hanya saja kualitas dan kinerja harus benar-benar diperbaiki dan ditingkatkan.

"Saya pikir kita akan bisa menjalankan program-program yang di Bea Cukai dengan lebih bersih tanpa harus menyerahkan ini ke tangan orang lain. Jadi teman-teman saya di Bea Cukai, staf saya, saya peringatkan itu dan mereka amat semangat untuk memperbaiki bersama-sama," tutur Purbaya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement