JAKARTA - Peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat mencairkan dana JHT hingga Rp15 juta dari sebelumnya Rp10 juta melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Penambahan limit klaim pada aplikasi JMO merupakan wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas layanan digital.
Klaim JHT kini jauh lebih mudah berkat digitalisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan lewat aplikasi JMO. Tanpa perlu antre atau ke kantor cabang, cukup lewat ponsel, klaim JHT hingga Rp15 juta bisa langsung diproses dengan cepat dan praktis.
Sebenarnya, pencairan JHT saat ini masih mengacu pada peraturan lama, di mana peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak perlu menunggu usia 59 tahun untuk mencairkan dana dari program tersebut. Pencairan JHT bisa dilakukan sebelum peserta memasuki usia pensiun (59 tahun), meski pencairan ini hanya dapat dilakukan sebagian.
Namun, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2015 untuk pencairan JHT sebelum masa pensiun.
Peserta BPJS Ketenagakerjaan tetap berhak mengajukan klaim sebagian saldo JHT meskipun statusnya masih aktif bekerja di perusahaan. Ketentuannya sebagai berikut:
Pencairan 30% dari saldo JHT diperbolehkan khusus untuk kepemilikan rumah
Pencairan 10% dari saldo JHT bisa digunakan untuk keperluan lain
Masa kepesertaan minimal 10 tahun untuk dapat mengajukan pencairan saat masih bekerja.
Dokumen Pencairan JHT
Klaim sebagian 10%
Kartu Peserta BP Jamsostek
E-KTP
Kartu Keluarga
Buku Tabungan
Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan atau surat keterangan berhenti bekerja
NPWP (jika ada)
Baca Selengkapnya: Cara Mudah Dapat Rp15 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
(Feby Novalius)