“Dari tahun ke tahun sebelum saya menjadi Presiden saya berjuang, berjuang sebagai ketua umum HKTI, berjuang sebagai ketua umum sebuah partai, kenapa? Karena saya melihat ada kejanggalan di bangsa kita. Saya melihat sudah berapa tahun negara yang begini kaya, rakyatnya masih banyak yang miskin,” ucapnya.
Ia menilai kondisi tersebut tidak dapat diterima secara akal sehat dan hati nurani, terutama ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan.
“Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tegas Prabowo.