Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amran Ngaku Vertigo hingga Asam Lambung Kejar Swasembada Pangan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 07 Januari 2026 |15:10 WIB
Amran Ngaku Vertigo hingga Asam Lambung Kejar Swasembada Pangan
Mentan Amran (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dirinya sempat menderita vertigo dan asam lambung akibat tekanan kerja yang tinggi demi mengejar target swasembada pangan. Hal itu disampaikan Amran saat pengumuman capaian swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dia menyebut bahwa target swasembada pangan yang semula ditetapkan empat sampai lima tahun kemudian dipangkas menjadi tiga tahun merupakan sebuah tekanan yang luar biasa. Belum lagi ketika target dipercepat menjadi satu tahun menuntut dirinya beserta jajaran untuk bekerja semakin keras.

“Izin Bapak Presiden, kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, saya pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Target awal empat tahun, kemudian menjadi tiga tahun, dan akhirnya satu tahun. Saat target menjadi satu tahun, kami vertigo, sampai asam lambung. Alhamdulillah hari ini sudah mulai sembuh dan recovery kembali,” ujar Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Amran memaparkan sejumlah capaian strategis sektor pertanian. Ia menyebut produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34 juta ton. Selain itu, pemerintah memastikan tidak ada impor gula putih pada 2026, seiring optimalisasi produksi tebu, termasuk 50 persen kontribusi dari PTP di Jawa Timur.

Terkait beras, Amran menegaskan peran Bulog sangat krusial dalam penyerapan hasil panen petani. Ia optimistis Indonesia berpeluang melakukan ekspor beras pada tahun ini.

 

"Kalau bisa. Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog izinnya dan serapannya, 3 bulan ke depan sama saja 2025. Aku tidak minta lebih. Sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini. Dan itu sejarah pertama Indonesia," tegasnya.

Amran juga mengungkapkan posisi stok pangan nasional yang dinilai sangat kuat. Stok beras saat ini mencapai 3,2 juta ton, bahkan sempat menyentuh angka 4 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian stok saat Indonesia pernah menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di masa lalu.

"Sekali lagi swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia. Terima kasih," tutupnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement