Dengan acuan harga yang lebih transparan, BI berharap pelaku pasar dapat melakukan transaksi keuangan dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Reformasi benchmark ini juga sejalan dengan inisiatif global G20 yang telah dijalankan sejak 2013.
"Kita sebagai salah satu member G20 juga melaksanakan yang disebut sebagai benchmark reform. Jadi upaya kita mengganti JBOR dengan Indonesia adalah merupakan bagian dari benchmark reform secara global," ungkapnya.
Ke depan, BI menargetkan penggunaan INDONIA semakin luas, tidak hanya untuk tenor overnight. Hingga 2030, BI akan terus mengembangkan INDONIA agar dapat digunakan untuk berbagai tenor hingga 12 bulan.
"Sampai dengan nanti di 2030 kita akan terus berusaha untuk mengembangkan INDONIA ini dan tidak hanya tenor overnight tapi juga tenor-tenor lain sampai dengan 12 bulan untuk agar pasarnya pasar keuangan ini memiliki harga yang semakin kredibel," tandasnya.
(Taufik Fajar)