Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya: Defisit APBN Melebar ke 2,92 Persen di 2025

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2026 |14:53 WIB
Purbaya: Defisit APBN Melebar ke 2,92 Persen di 2025
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

Kemudian Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target, PNBP sebesar Rp534,1 triliun atau 104,0 persen dari target dan Hibah sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.

Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari pagu. Menkeu menyoroti tingginya realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai 129,3 persen dari target.

Rinciannya, Belanja Pemerintah Pusat tembus Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari target, Belanja K/L sebesar Rp1.500,4 triliun atau 129,3 persen dari target, Belanja Non-K/L mencapai Rp1.102,0 triliun atau 71,5 persen dari target dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp849,0 triliun atau 92,3 persen dari target.

Secara nominal, defisit anggaran membengkak menjadi Rp695,1 triliun. Purbaya menyebutkan bahwa selisih ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan ekonomi tetap tumbuh berkesinambungan.

Dengan demikian, Purbaya optimis bahwa fondasi ekonomi yang dijaga melalui stimulus tahun 2025 akan memperkuat momentum di tahun 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,4 persen dan berupaya menekan defisit ke level yang lebih rendah seiring dengan perbaikan penerimaan negara.

"Lalu saya yakin nanti tahun 2026 dengan membaiknya fondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, harusnya sih defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement