"Sehingga masing-masing provinsi, kabupaten, kota, dan desa bisa memiliki industrialisasi agrikultur," katanya.
Lebih lanjut, Anindya mengapresiasi strategi Badan Gizi Nasional (BGN) yang memilih skema kemitraan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, meski pemerintah memiliki anggaran besar, pendekatan kolaboratif jauh lebih efektif dibandingkan jika seluruh operasional dijalankan sendiri.
"Bisa dibayangkan kalau misalnya 30 ribu atau 20 ribu dapur yang sudah ada ini dilakukan sendiri, walaupun dananya ada, tentu sebagai pemerintah harus melakukan survei, tender, dan lain-lain. Ini tidak akan tercapai. Tapi dengan kolaborasi dan kemitraan ini, semuanya sama-sama untung," jelas Anindya.
(Feby Novalius)