JAKARTA - Daftar maskapai tertua di Indonesia yang masih aktif hingga hari ini. Industri penerbangan sangat akrab dengan kehidupan manusia.
Di mana banyak maskapai tumbuh dan menjadi maskapai penerbangan besar. Bahkan, tak sedikit merek terbilang ikonik dalam industri penerbangan.
Akan tetapi, beberapa maskapai penerbangan juga telah mengalami fase ketidakstabilan keuangan. Sementara sebagian lainnya masih bertahan dalam bentuk asli dari awal didirikannya.
Berikut ini beberapa maskapai tertua di Indonesia yang hingga kini masih bertahan yang dirangkum Okezone, Sabtu (17/1/2026).
Garuda Indonesia resmi berdiri pada 28 Desember 1949 dengan nama Garuda Indonesia Airways.
Namun, sejarah maskapai ini sebenarnya sudah dimulai pada 16 Juli 1928 dengan nama Koninklijk Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), sebuah maskapai Belanda yang beroperasi di Hindia Belanda.
Maka itu, Garuda Indonesia sudah memiliki sejarah lebih dari 97 tahun, menjadikannya sebagai maskapai tertua di Indonesia. Pada 26 Januari 1949, nama perusahaan berubah menjadi KLM Interinsulair Bedrijf.
Setelah Konferensi Meja Bundar, perusahaan ini diserahkan dari Belanda ke pemerintah Indonesia dan resmi menjadi Garuda Indonesia.
Berdasarkan data, Garuda Indonesia memiliki 73 armada pesawat yang melayani 72 rute domestik dan 24 rute internasional.
Pemerintah Indonesia tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 64/54%.
Lion Air mulai beroperasi pada 30 Juni 2000.
Walaupun masih relatif lebih muda dibanding Garuda, Lion Air sudah beroperasi lebih dari 25 tahun dan berhasil menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia.
Penerbangan pertama Lion Air menghubungkan Pontianak, menggunakan pesawat Boeing 737-200, di bawah kepemimpinan Rusdi Kirana dan keluarganya.
Maskapai ini mulai dikenal karena menawarkan penerbangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan maskapai lain, sehingga menjangkau segmen penumpang ekonomi.
Lion Air melakukan pemesanan besar-besaran dengan Boeing, yaitu 201 unit 737 MAX dan 29 unit 737-900ER pada November 2011, sekaligus menjadikan pemesanan pesawat terbesar oleh satu maskapai komersial senilai USD21.7 miliar.
Lion Air mengoperasikan 110 armada dengan 48 jadwal penerbangan komersial.
Pelita Air Service didirikan pada tahun 1970 sebagai anak perusahaan Pertamina, yang artinya maskapai ini sudah beroperasi selama lebih dari 55 tahun.
Awalnya, pada tahun 1963, Pertamina membentuk divisi transportasi bernama Pertamina Air Service untuk memudahkan mobilitas pegawai perusahaan.
Pada 24 Januari 1970, divisi ini berubah menjadi Pelita Air Service dan mulai memperluas layanannya.
Selain melayani pegawai Pertamina, maskapai ini juga menyediakan transportasi untuk perusahaan minyak dan gas lainnya.
(Taufik Fajar)