Sekadar informasi, nilai tukar Rupiah tertekan terhadap dolar AS. Puncaknya, pada perdagangan Selasa (20/1) Rupiah nyaris menyentuh level Rp17.000 per dolar AS. Terkini, kurs Rupiah di pasar spot menguat 0,24% ke angka Rp16.895 per dolar AS per Kamis (22/1).
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan nilai tukar Rupiah turut dipengaruhi faktor global. Ini berkaitan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.
"Faktor-faktor global itu terkait tentu saja kondisi global, baik karena geopolitik, kemudian juga kebijakan tarif Amerika, tapi juga tingginya US Treasury yield baik 2 tahun sama 3 tahun, juga lebih rendahnya bahkan kemungkinan Fed Fund Rate turun yang lebih kecil," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)