Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Dicampur Etanol 10%, Impor Bisa Turun 3,9 Juta Kiloliter per Tahun

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 23 Januari 2026 |15:18 WIB
BBM Dicampur Etanol 10%, Impor Bisa Turun 3,9 Juta Kiloliter per Tahun
BBM dicampur dengan etanol 10% (E10), impor BBM bisa berkurang hingga 3,9 juta kiloliter. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa jika BBM dicampur dengan etanol 10% (E10), impor BBM bisa berkurang hingga 3,9 juta kiloliter per tahun. Pencampuran etanol ke dalam BBM perlu dilakukan untuk mencapai target Presiden Prabowo terkait kemandirian dan kedaulatan energi.

Dia menilai kedaulatan energi tidak akan tercapai jika negara masih bergantung pada asing melalui impor BBM.

"Maka kemudian saya membuat caranya bagaimana supaya kita mengurangi impor, langsung kita melakukan mandatori etanol. Kalau etanol 10 persen, itu bisa menghemat impor 3,9 juta," ujarnya di Kompleks DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Bahlil menargetkan, pada tahun 2027, Indonesia tidak lagi melakukan impor bensin, melainkan hanya mengimpor minyak mentah atau crude oil saja. Pengolahan akan dilakukan di dalam negeri dengan tujuan menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Menurutnya, kehadiran RDMP Balikpapan yang baru diresmikan akan menjadi motor bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan energi. Kilang tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 5,8 juta kiloliter, sehingga impor BBM yang sebelumnya berkisar 24–25 juta kiloliter bisa dikurangi menjadi 19 juta kiloliter pada tahun 2026.

"Jujur saya katakan, ini by design dibuat supaya kita bergantung pada impor. Kalau ditanya menteri siapa yang anti impor, ya saya," tegas Bahlil.

"Maka apa yang saya lakukan, untuk RON 92, 95, dan 98, kita segera mengurangi impor. Tahun 2027, tidak boleh kita impor lagi. Saya sudah minta Pertamina, saya pimpin rapat sampai jam 2 malam supaya mampu memproduksi sendiri," tambahnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement