Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Sabtu, 24 Januari 2026 |15:30 WIB
300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026
Kementerian ESDM mencatat masih ada sekitar 300 perusahaan batu bara yang belum mengajukan RKAB. (Foto: Okezone.com/PLN)
A
A
A
Bahlil mengatakan kebijakan ini ditempuh guna menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan, menyusul kondisi oversupply yang selama ini menekan harga batubara global. Upaya penyelarasan antara suplai dan permintaan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga komoditas batubara, tetapi juga untuk menjamin ketersediaan cadangan energi bagi generasi mendatang. Pemerintah menilai eksploitasi batubara yang berlebihan perlu dikendalikan agar pengelolaan sumber daya alam tetap berkelanjutan.

"Batubara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Dari 1,3 miliar ton, Indonesia mensuplai 514 juta ton atau sekitar 43%. Akibatnya apa? Supply dan demand itu tidak terjaga yang pada akhirnya membuat harga batubara turun," kata Bahlil.

Sepanjang tahun 2025, pemanfaatan batubara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 32% atau 254 juta ton dari total produksi. Sementara sisanya, 514 juta ton, dimanfaatkan untuk kebutuhan ekspor.

Saat ini, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) tengah menghitung secara detail kuota produksi untuk masing-masing perusahaan tambang melalui sistem RKAB. Pemerintah mengharapkan para pelaku usaha mulai menyesuaikan rencana kerja mereka dengan kebijakan baru tersebut.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement