Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AHY Sebut Transportasi Darat Penyumbang Terbesar Emisi Gas Rumah Kaca

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |15:34 WIB
AHY Sebut Transportasi Darat Penyumbang Terbesar Emisi Gas Rumah Kaca
Menko AHY soal Transportasi Darat (Foto: Okezone)
A
A
A

Selain itu, penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) juga menjadi bagian dari strategi. Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya untuk meningkatkan keselamatan, tetapi juga berdampak pada penurunan emisi karbon.

"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil," tegasnya.

Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi lain, termasuk elektrifikasi kendaraan dan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebut terdapat skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO₂ pada 2030.

"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana," ujarnya.

Untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan kendaraan listrik, baik untuk mobilitas barang, manusia, maupun jasa. Selain itu, penggunaan biodiesel B50 dan Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari transisi energi.

Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan peralihan moda transportasi ke angkutan massal, khususnya bus, dengan harapan semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan," pungkas AHY.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement