JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kelanjutan program Magang Nasional pada 2026, dengan kuota mencapai 100.000 peserta, khusus ditujukan bagi lulusan baru atau fresh graduate.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, program Magang Nasional memberi manfaat bagi peserta, mulai dari pengalaman hingga keterampilan kerja sebagai bekal setelah lulus kuliah.
"Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi para lulusan baru pada pertengahan tahun 2026 dengan kapasitas minimal 100 ribu peserta pemagangan," ujar Teddy dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, program ini dirancang untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat keterkaitan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
"Yang terpenting, peserta pemagangan benar-benar belajar langsung di perusahaan atau instansi pemerintah, didampingi mentor, memperoleh pengalaman kerja nyata, dan menerima uang saku sesuai upah minimum kabupaten/kota setempat," jelasnya.
Menaker Yassierli menambahkan bahwa pada semester pertama 2026 akan ada tambahan minimal 100.000 peserta pemagangan. Ia berharap, seiring bertambahnya mitra penyelenggara, kesempatan lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti program ini semakin luas.
"Hal ini semakin meyakinkan bahwa program pemagangan menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing untuk jangka panjang," ujar Yassierli.
(Feby Novalius)