Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayar Tol Tanpa Tap Kartu Ditargetkan di 700 Gerbang Tol Tahun Ini

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |19:31 WIB
Bayar Tol Tanpa Tap Kartu Ditargetkan di 700 Gerbang Tol Tahun Ini
Bayar Tol Tanpa Tap Kartu Ditargetkan di 700 Gerbang Tol Tahun Ini (Foto: Jasa Marga)
A
A
A

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan sebanyak 700 gerbang tol dapat melayani transaksi tanpa tap kartu pembayaran pada tahun 2026. Layanan tersebut dihadirkan melalui aplikasi Travoy dengan fitur Travoy Go yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti.

Bayar Tol Tanpa Tap Kartu

Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantoro mengatakan, melalui fitur ini, pengguna cukup melaju dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam. Nantinya sistem akan membuka gerbang tol secara otomatis tanpa perlu melakukan tap kartu.

"Saat ini di Jakarta ada 97 gate nirhenti, di tahun ini akan kita tambahkan 700 gate nirhenti. Jadi nanti ada kombinasi yang sebagian besar adalah tanpa harus tap, cukup lewat dengan kecepatan 20 kilometer per jam sudah bisa melakukan pembukaan secara otomatis dengan menggunakan Travoy Go di dalam aplikasi Travoy ini," kata Rivan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pengembangan Travoy

Menurutnya, pengembangan Travoy akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman pengguna serta berbagai masukan dari masyarakat. Salah satu fitur penting yang juga dihadirkan adalah panic button untuk kondisi darurat di jalan tol.

"Ini adalah untuk memastikan bahwa ketika masyarakat pada saat terjadi satu kejadian khusus, jadi tidak usah panik. Tinggal melakukan panic button otomatis kemudian kami merespon dan kemudian kami akan menggunakan patroli untuk membantu baik-baik sekalian," katanya.

Rivan menambahkan, Travoy dirancang sebagai asisten pribadi bagi pengguna jalan tol Jasa Marga Group. Aplikasi ini juga menyajikan informasi kepadatan lalu lintas dengan tingkat akurasi tinggi.

"Kepadatan jalan ini bukan dilihat dari berapa yang lewat dengan menggunakan ponsel, tapi betul-betul pure dilihat dengan menggunakan radar maupun 3.500 kamera. Jadi validasinya adalah persis saat dilihat secara live," ungkapnya.

 

Rivan menyebut, melalui aplikasi Travoy, pengguna dapat memantau kondisi lalu lintas di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group, termasuk mengetahui apakah suatu ruas sedang mengalami kepadatan atau tidak.

Selain itu, Travoy juga menyediakan informasi pendukung perjalanan seperti lokasi rest area, keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), hingga titik rawan kecelakaan atau black spot yang rencananya diluncurkan menjelang periode Lebaran.

"Nah ini penting bagi para masyarakat agar pada saat melakukan perjalanan untuk memastikan bahwa ketika melewati daerah yang rawan lebih berhati-hati," imbuhnya.

Travoy juga dilengkapi fitur layanan transaksi tol. Dengan melakukan registrasi kartu pembayaran di aplikasi, pengguna dapat memperoleh informasi riwayat transaksi di seluruh gerbang tol Jasa Marga Group tanpa harus menyimpan bukti fisik.

Selain itu, aplikasi ini turut menyediakan layanan bantuan darurat. Pengguna dapat dengan cepat mengajukan permintaan derek atau towing langsung melalui aplikasi saat menghadapi kendala di jalan tol.

"Ini adalah upaya kami memastikan bahwa seluruh pengguna jalan tol Jasa Marga bisa berkomunikasi, bisa berinteraksi, bisa menggunakan seluruh transaksi dan bisa merasakan bahwa ketika memasuki jalan tol ruas seluruh jasa marga grup ada aplikasi jasa marga yang mendampingi sebagai asisten pribadi," tandas Rivan.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement