Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Airlangga Proyeksi Ekonomi Capai 8 Persen di 2028 

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 13 Februari 2026 |17:48 WIB
Menko Airlangga Proyeksi Ekonomi Capai 8 Persen di 2028 
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal naik hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang. 

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 8 persen itu bukan tanpa dasar. Melainkan dampak dari kebijakan yang saat ini tengah digulirkan, seperti koperasi desa merah putih, hingga program Makan Bergizi Gratis. 

"Nah, sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan," ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam 2 tahun mendatang akan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor impor. Kehadiran Danantara dinilai akan mampu meningkatkan sisi investasi dan konsumsi rumah tangga lewat penciptaan lapangan kerja. 

"Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di sektor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali, sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi," paparnya.

Airlangga memaparkan capaian ekonomi Indonesia di kuartal IV-2025 yang tumbuh 5,11 persen secara tahunan. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua G20 setelah India yang tumbuh 7,4 persen.

Amgka tersebut disumbangkan dari sisi konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen, investasi 5,09 persen, serta belanja modal pemerintah yang melonjak 44,2 persen. Ekspor juga tumbuh positif 7,03 persen.

 

Selain itu, sektor pertanian tumbuh 5,03 persen, industri pengolahan 5,3 persen, sementara sektor transportasi, pergudangan, serta akomodasi makanan-minuman tumbuh di atas 7 persen. Kunjungan wisatawan nusantara juga bergerak naik mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, naik 17,55 persen dibanding tahun sebelumnya.

Airlangga menekankan pertumbuhan ekonomi juga diiringi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun ke 8,25 persen, rasio gini membaik di 0,36, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen. 

Serapan tenaga kerja bertambah 2,71 juta orang.

"Momentum ini sangat sesuai dengan tema rencana kerja pemerintah, yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju," kata Airlangga.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement