Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank dan Pinjol Diminta Sinergi Atasi Kesenjangan Akses Kredit di Indonesia

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 14 Februari 2026 |14:46 WIB
Bank dan Pinjol Diminta Sinergi Atasi Kesenjangan Akses Kredit di Indonesia
Akses terhadap pembiayaan formal di Indonesia masih menjadi tantangan, terutama bagi segmen underbanked. (Foto: OKezone.com)
A
A
A
Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty, menambahkan bahwa perluasan akses pembiayaan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, optimalisasi berbagai kanal pembiayaan, termasuk melalui kolaborasi antara lembaga keuangan konvensional dan inovatif, dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, khususnya bagi sektor produktif dan pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan akses kredit formal.

Senada, CEO Mandala Consulting, Manggala Putra Santosa, mengungkapkan peningkatan rasio kredit sangat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui penguatan konsumsi, investasi, dan produktivitas. Namun, tidak dipungkiri tantangan akses kredit di Indonesia belum bisa dilepaskan dari besarnya populasi yang belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal.

Data World Bank menunjukkan sekitar 48% penduduk dewasa Indonesia masih underbanked, sementara data SNLIK OJK mencatat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70% pada 2025. Artinya, masih ada sekitar 30% orang dewasa di Indonesia yang masih financially excluded. Data dari Bank Dunia (World Bank) juga menunjukkan rasio kredit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih relatif rendah dan cenderung stagnan di kisaran 36,4% pada periode 2024–2025.

Angka ini berada jauh di bawah rata-rata negara berpendapatan menengah atas di kawasan yang mencapai 74,46%, maupun negara berpendapatan menengah bawah di 62,72%.

Menurut Manggala, kesenjangan ini antara lain dipengaruhi oleh ketatnya persyaratan kredit formal, serta masih luasnya segmen masyarakat produktif yang belum terlayani oleh lembaga keuangan konvensional.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement