Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank dan Pinjol Diminta Sinergi Atasi Kesenjangan Akses Kredit di Indonesia

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 14 Februari 2026 |14:46 WIB
Bank dan Pinjol Diminta Sinergi Atasi Kesenjangan Akses Kredit di Indonesia
Akses terhadap pembiayaan formal di Indonesia masih menjadi tantangan, terutama bagi segmen underbanked. (Foto: OKezone.com)
A
A
A
Sejalan dengan hasil temuan terkait keterbatasan akses masyarakat terhadap produk keuangan formal di tengah penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 75%, hasil studi White Paper mengungkapkan mulai adanya pergeseran pertumbuhan kanal pembiayaan. Meski perbankan masih menjadi penyedia kredit utama dengan nilai pinjaman yang besar, namun P2P lending menjadi kanal yang tumbuh paling cepat, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 34% pada periode 2019-2024. Hal ini lantaran P2P lending menawarkan dua nilai tambah utama, yaitu membuka akses ke segmen yang selama ini belum tergarap optimal dan mendorong inovasi melalui underwriting digital, pemanfaatan data alternatif untuk credit scoring, serta proses yang lebih agile.

“Jadi ini bukan semata persoalan kemampuan ekonomi, melainkan keterbatasan sistem penilaian risiko konvensional yang belum sepenuhnya dirancang untuk membaca profil mereka. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, namun belum sepenuhnya tergarap. Pipanya sudah terpasang dan konektivitas sudah tersedia, namun pembiayaan formal belum sepenuhnya mengalir. Dengan demikian, tantangan utamanya terletak pada aspek kepercayaan, data, dan dokumentasi. Di sinilah P2P lending memiliki fleksibilitas operasional dan kecepatan untuk merangkul mereka,” ungkap Manggala.

Dengan terus meningkatnya penggunaan layanan P2P lending, disertai penguatan ekosistem industri fintech, tata kelola, model bisnis, serta kapabilitas teknologi yang dimiliki, tingkat kepercayaan institusi keuangan terhadap kanal pembiayaan ini turut mengalami peningkatan. Studi pun menemukan, bank secara bertahap telah berkembang menjadi penyedia likuiditas utama bagi industri P2P lending, di mana porsi pendanaan dari perbankan meningkat signifikan, dari hanya 15% atau sekitar Rp1,5 triliun pada Januari 2021, menjadi 71% atau Rp46,6 triliun pada Januari 2025

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement