Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasca Banjir, Jalur Kereta di Jawa Tengah Kembali Bisa Dilalui dengan Kecepatan Terbatas

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |12:02 WIB
Pasca Banjir, Jalur Kereta di Jawa Tengah Kembali Bisa Dilalui dengan Kecepatan Terbatas
KAI memastikan jalur rel di Jawa Tengah yang sebelumnya terendam banjir kini sudah dapat dilalui kembali oleh kereta. (Foto: Okezone.com/MPI)
A
A
A

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan jalur rel di Jawa Tengah yang sebelumnya terendam banjir kini sudah dapat dilalui kembali oleh kereta, meski dengan pembatasan kecepatan operasional.

Gangguan terjadi pada Senin (16/2/2026) dini hari sekitar pukul 03.10 WIB, saat luapan air merendam jalur hilir di Bangunan Hikmat 46 km 21+9/0, antara Stasiun Tegowanu dan Stasiun Brumbung. Kondisi ini sempat membuat jalur tidak dapat dilalui, sehingga perjalanan kereta harus dialihkan bergantian melalui jalur lain.

"Diinformasikan telah terjadi luapan air di jalur hilir BH 46 21+9/0, petak jalan antara Stasiun Tegowanu–Brumbung, Jawa Tengah, pada Senin, 16 Februari 2026, sekitar pukul 03.10 WIB," tulis akun X @KAI121 dikutip Senin (16/2/2026).

Dalam pembaruan terbaru yang dibagikan melalui akun sosial resmi PT KAI, disampaikan bahwa selain titik tersebut, luapan air juga sempat berdampak pada jalur di Bangunan Hikmat 59 km 27+9/0 pada lintas Tegowanu–Stasiun Gubug. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, baik jalur hulu maupun hilir di kedua lintas itu kini sudah dapat dilewati kereta api.

Meski demikian, operasional belum sepenuhnya normal. Perjalanan kereta masih diberlakukan pembatasan kecepatan sebagai langkah pengamanan sambil menunggu kondisi prasarana benar-benar stabil. Kebijakan ini lazim diterapkan setelah gangguan akibat faktor alam, untuk memastikan struktur rel, bantalan, serta tanah penyangga jalur aman dilalui rangkaian kereta dengan beban penuh.

 

KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta yang terjadi sejak dini hari. Operator menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap jalur yang terdampak gangguan alam hanya akan dioperasikan penuh setelah dinyatakan aman secara teknis.

Insiden ini kembali menunjukkan kerentanan beberapa titik lintas kereta di wilayah utara Jawa terhadap luapan air saat curah hujan tinggi. Oleh karena itu, operator terus memperkuat sistem pemantauan jalur serta kesiapsiagaan petugas lapangan untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap layanan transportasi publik.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement