Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Unaudited PalmCo Tembus Rp6 Triliun di 2025, Produksi TBS Sawit 20,6 Ton

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |17:01 WIB
Laba Unaudited PalmCo Tembus Rp6 Triliun di 2025, Produksi TBS Sawit 20,6 Ton
Laba Unaudited PalmCo Tembus Rp6 Triliun di 2025, Produksi TBS Sawit 20,6 Ton (Foto: PTPN)
A
A
A

JAKARTRA - Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo membukukan laba bersih unaudited sebesar Rp6,19 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja finansial ini merupakan dampak langsung dari kedisiplinan eksekusi strategi di seluruh lini.

"Fokus kami berpusat pada tiga hal pokok mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten. Pencapaian laba unaudited Rp6,19 triliun ini bukan sekadar windfall profit dari fluktuasi harga komoditas, namun dampak nyata atas transformasi dan perbaikan mendasar cara kami bekerja," ujar Jatmiko dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Produktivitas Hulu dan Hilir Kompak Bertumbuh

Fundamental operasional yang semakin solid menjadi pijakan awal dari lompatan kinerja PTPN IV PalmCo. Dari sisi produktivitas hulu (on-farm), perusahaan mencatatkan peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha), tumbuh 3 persen secara YoY.

Sementara itu, dari sisi hilir atau pengolahan, produktivitas Crude Palm Oil (CPO) mencatatkan performa yang lebih baik lagi, yakni mencapai 4,70 ton/ha, atau tumbuh 9 persen secara tahunan.

Efisiensi Jadi Motor Utama Pendongkrak Laba

Pertumbuhan laba bersih hingga 65% YoY tersebut tidak lepas dari keberhasilan program efisiensi yang dijalankan perusahaan, yang kini menjadi motor utama profitabilitas.

"Kita dapat menekan tingkat kehilangan (losses) Meningkatkan rendemen minyak sawit melalui modernisasi pabrik. Serta mendorong digitalisasi proses bisnis yang mempertajam pengawasan dan pengambilan keputusan yang berorientasi kepada efektifitas dan efisiensi,” kata Jatmiko.

 

Dampaknya sangat jelas, Margin EBITDA perusahaan menguat di level 26,05 persen, naik 11,44 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan laba tersebut juga menunjukkan lompatan pertumbuhan pada rasio Return on Asset perusahaan.

Seiring dengan laba dan efisiensi yang meningkat tajam, indikator efektivitas pengelolaan aset atau Return on Asset (ROA) turut menunjukkan tren yang sangat positif. Realisasi ROA PalmCo menyentuh 7,9 persen, melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen. Terkait pencapaian aset ini, Jatmiko menjelaskan bahwa tren penguatan telah berlangsung secara berkesinambungan.

"Bila dibandingkan dengan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA kita mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen. Tren kenaikan ini terus konsisten sejak tahun 2023, yang berarti secara kumulatif dalam tiga tahun terakhir, indikator profitabilitas aset telah meningkat lebih dari dua kali lipat," kata Jatmiko.

Peningkatan ROA yang signifikan ini menunjukkan bahwa setiap rupiah aset yang diamanahkan kepada PalmCo telah dikelola secara sangat produktif, efisien, dan memberikan nilai tambah yang maksimal.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat operational excellence ini untuk memastikan ketahanan energi dan pangan nasional, sekaligus memberikan dividen terbaik bagi negara," tutupnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement