Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi BBM di Kilang Dumai, Masyarakat Jangan Panic Buying

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |08:35 WIB
Produksi BBM di Kilang Dumai, Masyarakat Jangan Panic Buying
BBM (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan keandalan produksi BBM dari Kilang Dumai, Riau dalam rangka menjaga kelancaran pasokan BBM nasional di tengah eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Pemerintah menempatkan Kilang Dumai sebagai salah satu simpul strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Pertamina Patra Niaga RU II Dumai merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan milik Pertamina. 

Dengan kapasitas total 170.000 barel per hari, terdiri atas Kilang Dumai 120.000 barel per hari dan Kilang Sei Pakning 50.000 barel per hari.

“Dalam kunjungan lapangan, dipastikan RU II Dumai dalam kondisi yang optimal dapat memproduksi berbagai jenis BBM. Kami mengharapkan agar refinery ini terus dijaga keandalannya, sehingga dapat memenuhi produk-produk BBM untuk kebutuhan domestik. Secara khususnya untuk di Sumatera Bagian Utara,” ujar Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho di sela kunjungan ke Dumai, Riau, Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, kunjungan itu merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto serta arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memastikan operasional kilang domestik berjalan optimal dan tidak terdampak gejolak global.

Selain memproduksi gas oil seperti solar dan turunannya, kilang ini juga menghasilkan green avtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari dukungan terhadap program transisi energi berkelanjutan. Produksi SAF dinilai menjadi langkah konkret dalam menyiapkan sektor energi menghadapi tuntutan dekarbonisasi global.

Pemerintah, melalui BPH Migas bersama Pertamina, berkomitmen menjaga ketersediaan dan distribusi BBM domestik agar tetap aman dan lancar. Operasional kilang yang andal dipastikan menjadi tameng utama agar pasokan energi nasional tidak terganggu dinamika geopolitik internasional.

 

Ke depan, BPH Migas mendorong peningkatan kapasitas Kilang Dumai sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional. Secara nasional, Indonesia perlu menambahkan sekitar 400 ribu barel per hari kapasitas kilang untuk mencapai total 1,6 juta barel per hari, guna mendukung target swasembada penuh BBM, terutama jenis bensin (gasoline) dan solar. 

"Kilang seperti Dumai ini masih memiliki lahan potensial untuk pengembangan lebih lanjut," tutur Fathul.

Dalam kesempatan tersebut, BPH Migas juga menyampaikan apresiasi kepada para pekerja kilang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Pertamina, khususnya di Kilang Dumai ini atas kinerja yang optimal dan mudah-mudahan dalam keadaan sehat, serta tentunya bisa terus berkontribusi dalam memproduksi BBM untuk Indonesia,” katanya.

Pemantauan SPBU

Selain meninjau kilang, BPH Migas melakukan pengecekan pelayanan dan penyaluran BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Dumai. 

Berdasarkan pemantauan melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG), stok solar maupun gasoline termasuk pertalite, berada dalam kondisi aman.

Pemerintah bersama Pertamina Group, termasuk Pertamina Patra Niaga, telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri. 

"Jadi penyaluran dan pelayanan BBM untuk masyarakat dari Pertamina dipastikan aman dan lancar,” ujarnya.

Senada, Sales Area Manager Retail Riau Pertamina Patra Niaga, Wilson Eddi Wijaya memastikan pasokan dan distribusi BBM terjaga serta kualitas produk memenuhi standar melalui pengecekan rutin setiap hari.

Secara terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga di wilayah Dumai.

Kegiatan ini memberikan dampak positif baik secara psikologis maupun operasional di lapangan, dimana masyarakat mendapatkan informasi dan aspek lapangan yang riil untuk memastikan pendistribusian yang tepat sasaran, dan keandalan sarfas kilang. 

"Masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan tidak perlu terpengaruh panic buying karena BPH Migas dan Pertamina bersama bahu membahu di lapangan memastikan energi terjaga dan aman di masa Ramadhan dan Idul Fitri," katanya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement