JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk kawasan Kalibata City, Jakarta Selatan, sebuah warung kecil menjadi tempat warga sekitar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warung tersebut milik Fengki, seorang pelaku usaha mikro yang setiap hari berjuang mempertahankan usahanya di tengah persaingan dan perubahan zaman.
Seperti banyak pelaku usaha kecil lainnya, Fengki memulai usahanya dengan modal terbatas. Warung yang ia jalankan menjual berbagai kebutuhan harian seperti minuman, makanan ringan, hingga rokok yang menjadi kebutuhan masyarakat sekitar.
Namun di balik aktivitas sederhana tersebut, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Menjalankan warung kecil di tengah kota besar tidaklah mudah. Persaingan dengan minimarket modern yang memiliki fasilitas lengkap menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya.
Selain itu, perubahan kebiasaan konsumen juga turut memengaruhi jalannya usaha. Semakin banyak pelanggan yang terbiasa melakukan pembayaran secara digital menggunakan aplikasi pembayaran di ponsel mereka, sementara sebagian besar warung tradisional masih mengandalkan transaksi tunai.
“Kadang ada pembeli yang ingin bayar pakai digital, tapi dulu belum bisa. Jadi mereka harus cari uang tunai dulu,” ujar Fengki saat menceritakan pengalamannya.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil seperti Fengki harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap bisa melayani pelanggan dengan baik. Setiap hari Fengki menjalankan warungnya secara mandiri. Dia harus mengatur sendiri pembelian stok barang, melayani pelanggan, hingga menjaga warung dari pagi hingga malam. Semua dilakukan untuk memastikan usaha kecil yang menjadi sumber penghidupannya itu tetap berjalan.
Seiring berjalannya waktu, Fengki mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS yang difasilitasi oleh MPStore. MPStore merupakan aplikasi untuk UMKM yang dikembangkan oleh PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk, yang menyediakan berbagai solusi digital untuk membantu pelaku usaha kecil mengelola dan mengembangkan usahanya.
Melalui aplikasi MPStore, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan seperti pembayaran digital QRIS, sistem kasir digital (POS), hingga berbagai layanan pendukung lainnya yang membantu usaha kecil beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dengan adanya fasilitas pembayaran QRIS tersebut, warung milik Fengki kini dapat menerima berbagai metode pembayaran non-tunai dari berbagai aplikasi pembayaran digital. Pelanggan tidak lagi harus selalu membawa uang tunai, sementara proses transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.
Bagi Fengki, langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mempertahankan usaha yang telah ia bangun. Dengan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan zaman, warung kecil di sudut Kalibata City itu kini tetap bertahan dan terus melayani kebutuhan masyarakat setiap harinya.
Kisah Fengki mencerminkan realitas yang dihadapi banyak pelaku usaha mikro di Indonesia. Di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan persaingan, pelaku usaha kecil terus berjuang untuk bertahan dan berkembang, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital yang semakin mudah diakses oleh UMKM.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.