Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kaji Wacana WFA untuk Kurangi Konsumsi BBM

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |16:12 WIB
Pemerintah Kaji Wacana WFA untuk Kurangi Konsumsi BBM
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
A
A
A

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi yang sangat vital bagi perekonomian dunia. Karena itu, berbagai pihak memiliki kepentingan agar aktivitas distribusi minyak dan bahan bakar di jalur tersebut dapat kembali berjalan normal.

Menurut dia, konsumen utama minyak yang melalui jalur Selat Hormuz seperti China, India, Japan, dan South Korea memiliki peran besar dalam perekonomian global. Keempat negara tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 27% terhadap pembentukan produk domestik bruto (GDP) dunia pada 2026.

"Artinya, jika terjadi gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz, minimal akan memberikan dampak negatif terhadap aktivitas ekonomi yang mewakili sekitar 27% perekonomian global," ujar Komaidi ReforMiner Note, Sabtu (14/3).

Dampak tersebut bahkan berpotensi lebih luas karena negara-negara tersebut juga memiliki peran strategis dalam rantai pasok global. Gangguan pasokan energi dapat memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement