Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arus Balik Lebaran 2026, Skema Tiba Bongkar Berangkat Diterapkan di Penyeberangan Sumatera-Jawa

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 23 Maret 2026 |19:31 WIB
Arus Balik Lebaran 2026, Skema Tiba Bongkar Berangkat Diterapkan di Penyeberangan Sumatera-Jawa
Arus Balik Lebaran 2026, Skema Tiba Bongkar Berangkat Diterapkan di  Penyeberangan Sumatera-Jawa (Foto: Kemenhub)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan strategi untuk mengurai potensi lonjakan arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Sumatera-Jawa. Salah satu strategi yang disiapkan adalah penerapan lebih optimal skema tiba–bongkar–berangkat (TBB) untuk mempercepat pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Merak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, fokus pemerintah saat ini beralih dari penanganan arus mudik ke pengelolaan arus balik agar berjalan lebih terkendali, aman, dan lancar. Skema TBB diterapkan dengan harapan mengurangi antrean kendaraan di pelabuhan Bakauheni.

"Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini fokus kita memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (23/3/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan skema TBB saat arus mudik belum berjalan optimal karena baru diterapkan di 3 hingga 4 dermaga. Untuk arus balik, Kemenhub menargetkan skema tersebut dapat diperluas hingga mencakup 5 sampai 6 dermaga guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.

Skema TBB dinilai menjadi kunci dalam mempercepat proses bongkar muat kapal sekaligus menekan potensi antrean kendaraan, khususnya dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Selain optimalisasi TBB, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung. Di antaranya penguatan buffer zone dan penerapan delaying system di wilayah Sumatra untuk menahan kendaraan sebelum masuk pelabuhan, sehingga kepadatan tidak menumpuk di area dermaga.

Kemenhub juga membuka opsi penggunaan lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudera (KBS) apabila terjadi lonjakan kendaraan yang signifikan. Langkah ini diharapkan dapat memecah kepadatan arus utama.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement