Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapakah Pemilik Saudi Aramco yang Berencana Akan Pangkas Pasokan Minyak Mentah ke Asia?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 25 Maret 2026 |21:01 WIB
Siapakah Pemilik Saudi Aramco yang Berencana Akan Pangkas Pasokan Minyak Mentah ke Asia?
Siapakah Pemilik Saudi Aramco yang Berencana Akan Pangkas Pasokan Minyak Mentah ke Asia?
A
A
A

JAKARTA - Siapakah pemilik Saudi Aramco yang berencana akan pangkas pasokan minyak mentah ke Asia? Saudi Aramco akan memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli Asia untuk April di tengah gangguan jalur distribusi global akibat konflik di Selat Hormuz. Kebijakan ini memperketat suplai bagi kilang di kawasan yang sangat bergantung pada impor energi.

"Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan rute ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap kondisi regional yang berkembang," demikian pernyataan resmi Saudi Aramco dikutip dari Reuters, Selasa (24/3/2026).

Dua sumber industri menyebutkan, pengurangan pasokan dilakukan untuk bulan kedua berturut-turut, dengan distribusi minyak Arab Light hanya dialokasikan kepada pelanggan tetap. Kondisi ini membuat pasokan ke kilang-kilang Asia tetap terbatas dan berpotensi menekan produksi bahan bakar olahan.

Lalu siapa pemilik Saudi Aramco? Saudi Aramco merupakan perusahaan minyak dan gas bumi asal Arab Saudi dan menjadi salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. Saudi Aramco dimiliki secara mayoritas oleh Pemerintah Arab Saudi. 

 

Berdasarkan laporan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengelola kepemilikan ini melalui Dana Investasi Publik (PIF) Saudi. Sebagian kecil saham juga telah dijual kepada publik, namun pemerintah tetap pemegang saham mayoritas. 

Pemilik utama Saudi Aramco adalah Pemerintah Arab Saudi, yang menguasai lebih dari 98% saham perusahaan. Sebagian besar saham dikelola langsung oleh negara dan Public Investment Fund (PIF), sementara sekitar 1,5% hingga 2% saham dilepas ke publik melalui bursa saham Tadawul pada tahun 2019. 

Posisi Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco saat ini dijabat Amin Nasser. Sebelumnya, Saudi Aramco memperingatkan pasar energi global dapat menghadapi dampak besar jika gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz terus berlanjut akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

CEO Aramco Amin Nasser mengatakan krisis tersebut menjadi gangguan terbesar bagi industri minyak dan gas di kawasan Timur Tengah. 

"Meskipun kami pernah menghadapi gangguan di masa lalu, krisis kali ini adalah yang terbesar yang pernah dihadapi industri minyak dan gas di kawasan ini," katanya dikutip theguardian.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement