Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perusahaan Maskapai RI Minta Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Perang

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 26 Maret 2026 |07:35 WIB
Perusahaan Maskapai RI Minta Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Perang
Perusahaan Maskapai RI Minta Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Perang (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi maskapai penerbangan nasional atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif penerbangan domestik menyusul tekanan biaya operasional akibat konflik geopolitik di Timur Tengah imbas perang AS-Israel vs Iran.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menyatakan, konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran telah memicu ketidakpastian ekonomi global, yang berdampak langsung pada industri penerbangan. Kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan biaya maskapai.

“Sebagian besar biaya operasional maskapai menggunakan dolar AS, sementara pendapatan dalam rupiah. Kondisi ini semakin membebani keuangan maskapai nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

INACA mencatat harga minyak global per Maret 2026 melonjak sekitar 57 persen, dari sebelumnya 70 dolar AS per galon menjadi 110 dolar AS per galon. Kenaikan tersebut berdampak pada harga avtur di dalam negeri yang kini berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.500 per liter, naik hingga hampir 50 persen dibandingkan 2019.

Selain itu, nilai tukar Rupiah yang kini menyentuh sekitar Rp17.000 per dolar AS juga memperparah tekanan biaya, mengingat sekitar 70 persen komponen operasional maskapai menggunakan mata uang asing.

Tidak hanya dari sisi biaya bahan bakar, dampak konflik juga dirasakan pada operasional penerbangan internasional. Sejumlah maskapai harus mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik di Timur Tengah dan Eropa, sehingga jarak tempuh menjadi lebih panjang dan biaya operasional meningkat.

Gangguan rantai pasok suku cadang pesawat turut memperburuk kondisi. Waktu pengiriman spare parts yang sebelumnya hanya 2–3 hari kini bisa mencapai 7–10 hari, dengan biaya logistik yang lebih tinggi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement