Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Catat Kenaikan Penggunaan SPKLU hingga 4 Kali Lipat Dibanding 2025 selama Mudik Lebaran

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |12:01 WIB
PLN Catat Kenaikan Penggunaan SPKLU hingga 4 Kali Lipat Dibanding 2025 selama Mudik Lebaran
Ilustrasi pengguna EV sedang menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk mengisi daya di salah satu SPKLU. (Foto: dok PLN)
A
A
A

JAKARTA – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah, seiring konsumsi listrik kendaraan listrik yang juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Secara rinci, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, meningkat dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi listrik tercatat sebesar 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada 2025.

Capaian ini menjadi bagian dari keberhasilan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus memastikan keandalan pasokan energi nasional selama periode RAFI.

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan Wibisono menjelaskan bahwa Posko Nasional RAFI 2026, yang berlangsung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026, telah sukses berperan krusial dalam menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran yang melibatkan mobilitas jutaan masyarakat Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Posko beserta seluruh jajaran sektor energi terkait di sektor ESDM dalam melaksanakan Posko Nasional sektor ESDM ini. Posko bukan hanya sekadar pusat pengendalian tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Raya Idulfitri,” ujar Yudhiawan. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement