Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jika Harga Pertalite Naik Rp1.000, Penghematan Bisa Tambah Rp30 Triliun dan Redam Defisit APBN

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 04 April 2026 |17:05 WIB
Jika Harga Pertalite Naik Rp1.000, Penghematan Bisa Tambah Rp30 Triliun dan Redam Defisit APBN
Opsi menaikkan harga BBM subsidi mulai diperlukan untuk menutup defisit. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
A
A
A
Dalam jangka menengah dan panjang, GREAT Institute mendorong agar respons fiskal tidak dipisahkan dari agenda ketahanan energi nasional. Penguatan energy storage, reformasi tata kelola subsidi agar lebih adaptif terhadap gejolak harga minyak, pengembangan biofuel, pengendalian permintaan energi, serta percepatan diversifikasi basis energi primer perlu diperlakukan sebagai satu paket dengan strategi fiskal. Indonesia tidak bisa terus memasuki krisis global dengan kombinasi yang sama: ketergantungan impor energi yang tinggi dan ruang fiskal yang tipis.

GREAT Institute memandang bahwa konflik Iran–Israel–AS harus menjadi peringatan bahwa kedaulatan energi dan kesehatan fiskal tidak dapat dipisahkan. Negara yang terlalu rentan pada impor energi dan memiliki bantalan fiskal tipis akan selalu menjadi pihak yang paling mudah terguncang saat konflik global meledak. Karena itu, respons terhadap krisis hari ini harus sekaligus menjadi fondasi bagi reformasi struktural esok hari.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement