Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurus RI Perkuat Peran Krusial Perempuan Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 09 April 2026 |15:08 WIB
Jurus RI Perkuat Peran Krusial Perempuan Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional
Jurus RI Perkuat Peran Krusial Perempuan Bangun Ketahanan Ekonomi Nasional (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

Wamen PPPA juga menekankan bahwa kepemimpinan perempuan selama ini kerap hadir dalam bentuk yang tidak terlihat, terutama dalam situasi krisis. Perempuan berperan sebagai penggerak komunitas, pengelola sumber daya keluarga, hingga aktor utama dalam respons awal bencana. Namun, peran tersebut belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem kebijakan dan pembangunan nasional.

“Ketika perempuan kuat, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, komunitas menjadi tangguh, dan pada akhirnya akan memperkuat resiliensi nasional. Ini bukan sekadar narasi, tetapi arsitektur pembangunan yang harus kita wujudkan bersama,” ujar Wamen PPPA.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Wamen PPPA menyoroti dua program strategis Kemen PPPA yang secara langsung memperkuat resiliensi perempuan di tingkat akar rumput.

Pertama, program Kebun Pangan Perempuan yang mendorong Perempuan, terutama di perdesaan, sebagai pengelola ketahanan pangan keluarga dan komunitas secara mandiri. Kedua, mengurangi beban kerja ganda perempuan melalui redistribusi tanggung jawab pengasuhan, penguatan layanan perawatan berbasis komunitas, dan pengakuan formal atas kerja-kerja perawatan yang selama ini tidak terhitung dalam sistem ekonomi.

“Perempuan tidak bisa memimpin jika waktunya habis untuk mengurus beban rumah tangga sendirian. Kerja perawatan bukan isu domestik, ini adalah isu pembangunan. Begitu pula dengan kebun pangan perempuan: ini bukan sekadar program pertanian, melainkan strategi penguatan kedaulatan ekonomi perempuan dari tingkat keluarga,” tegas Wamen PPPA.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka turut menekankan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai fondasi resiliensi.

"Transisi sosial dan demografi membutuhkan pendampingan keluarga yang kuat. Perempuan menjadi penggerak utama dalam memastikan keluarga mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan dan dinamika yang ada dan berfungsi secara sosial,” ujar Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Wakil Kepala BKKBN.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement