Atas kondisi tersebut, Amran memberikan peringatan tegas kepada jajaran pemerintah daerah agar segera mempercepat pekerjaan di lapangan. Ia meminta seluruh proses rehabilitasi sawah dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan.
“Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kita pindahkan ke daerah yang lebih siap,” tegasnya.
Ia bahkan menekankan bahwa penanggung jawab kegiatan di lapangan harus memastikan pekerjaan berjalan tanpa jeda hingga tuntas. “Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir,” imbuhnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran juga menyoroti fakta di lapangan bahwa sebagian petani baru mulai menggarap sawah pada hari kunjungan berlangsung. Hal ini semakin memperkuat indikasi lambatnya respon penanganan pascabencana.
“Jangan sampai alat berat turun hanya saat kita datang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ini pelayan rakyat, tugas kita memastikan mereka bisa segera kembali tanam dan berproduksi,” ujarnya.
Meski demikian, Mentan Amran memastikan pemerintah tetap berkomitmen penuh dalam memulihkan seluruh lahan pertanian terdampak. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa seluruh sawah yang rusak akan direhabilitasi hingga dapat kembali produktif.
“Insya Allah seluruh sawah rusak menjadi tanggung jawab pemerintah untuk diselesaikan. Tapi daerah juga harus gerak cepat,” katanya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.