Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iran Pungut Tarif Tol Bitcoin di Selat Hormuz, Harga Meroket 6%

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 15 April 2026 |14:43 WIB
Iran Pungut Tarif Tol Bitcoin di Selat Hormuz, Harga Meroket 6%
Iran Pungut Tarif Tol Bitcoin di Selat Hormuz, Harga Meroket 6% (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Harga Bitcoin meroket 6% hingga mendekati level USD75.000 pada Senin (13/4), menyusul fenomena short squeeze masif yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat. Kemudian, Iran merespons dengan kebijakan tak terduga, yakni mewajibkan pembayaran Tol Bitcoin bagi seluruh kapal tanker yang melintasi jalur tersebut. 

Dinamika geopolitik ini tidak hanya memicu likuidasi posisi short senilai ratusan juta dolar, tetapi juga mengukuhkan fungsi kripto sebagai alat strategis dalam ekonomi modern. Vice President Indodax Antony Kusuma menyatakan bahwa lonjakan harga Bitcoin dan aset kripto lain mencerminkan semakin kuatnya posisi aset kripto dalam merespons tekanan global.

"Kenaikan harga Bitcoin di tengah kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kripto semakin dipandang sebagai alternatif lindung nilai. Fenomena seperti penggunaan Bitcoin dalam aktivitas ekonomi lintas negara menjadi sinyal bahwa adopsi kripto terus berkembang, tidak hanya di level ritel tetapi juga dalam konteks global yang lebih luas," ujar Antony di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Langkah Iran mengenakan tarif setara USD1 per barel dalam bentuk Bitcoin menciptakan permintaan organik yang masif secara instan. Sistem pembayaran berbasis blockchain ini digunakan Iran untuk memastikan transaksi tetap berjalan dan strategi untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, inflasi (CPI) Amerika Serikat yang naik ke 3,3% pada Jumat (10/4) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tren 1–2 tahun terakhir yang rata-rata berada di kisaran 2,4%–3%. Kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi akan tetap tinggi, sehingga mendorong investor melakukan diversifikasi ke aset alternatif seperti Bitcoin, serta memperkuat narasi sebagai safe haven di tengah tekanan pada nilai mata uang konvensional.

 

Pada kisaran harga USD74.000 - USD75.000 saat ini, pergerakan Bitcoin menunjukkan penguatan turut didukung oleh arus masuk dana (inflow) ke ETF Bitcoin spot yang mencapai sekitar USD1,94 miliar sepanjang Maret hingga April. Dukungan likuiditas ini memperkuat struktur harga dan menjaga momentum positif dalam jangka pendek.

Sentimen positif ini turut mendongkrak aset kripto lainnya. Berdasarkan data CoinMarketCap, Ethereum (ETH) terdongkrak naik 8% ke level USD2.380, diikuti Solana (SOL) yang menguat 5,2% ke USD86,60, serta BNB yang naik 3,2% ke posisi USD615,50. Menurut Antony, dinamika ini menunjukkan bahwa industri kripto mulai memasuki fase baru dalam adopsinya.

"Jika sebelumnya kripto lebih banyak dipandang sebagai aset spekulatif, saat ini perannya mulai meluas ke ranah geopolitik dan perdagangan internasional. Ini adalah perkembangan yang penting, karena memperlihatkan bahwa teknologi blockchain memiliki relevansi yang semakin nyata dalam sistem ekonomi global,” tambahnya.

Meski demikian, Antony mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Faktor lain seperti kebutuhan likuiditas menjelang Producer Price Index dan penjualan pajak di Amerika Serikat, serta perubahan kebijakan moneter berpotensi mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek. Oleh karena itu, investor diimbau untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen sesaat.

Secara historis, April merupakan bulan positif bagi Bitcoin, dengan rata-rata kenaikan 69% sejak 2013 ditutup di zona hijau. Namun, tahun ini pergerakan pasar lebih dipengaruhi faktor geopolitik dan makroekonomi, serta dampak lanjutan dari koreksi harga tahun lalu. Hingga kuartal kedua 2026, Bitcoin tercatat naik sebesar 8,64%.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement