Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mentan Amran Minta Aktor Intelektual Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 18 April 2026 |17:18 WIB
Mentan Amran Minta Aktor Intelektual Penyelundupan Pangan Diusut Tuntas
Mentan Amran (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri mengusut tuntas aktor intelektual di balik kasus penyelundupan 23,1 ton komoditas pangan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menegaskan, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

“Kami minta diusut sampai ke akar. Aktor intelektualnya harus dibongkar. Ini jaringan besar, bukan kasus biasa,” ucapnya dalam pernyataan resmi pada Sabtu (18/4/2026).

Diketahui, dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita berbagai komoditas ilegal, antara lain 2,1 ton bawang merah asal Thailand, 9,1 ton bawang putih dari China, 7,9 ton bawang bombai asal Belanda, 1,6 ton bawang bombai dari India, serta 2,2 ton cabai kering asal China.

Amran menyebut kasus di Pontianak hanya bagian kecil dari praktik penyelundupan pangan yang lebih luas dan terorganisir. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat juga menggagalkan penyelundupan besar di berbagai daerah, seperti 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang, 72 ton di Surabaya, 250 ton beras ilegal di Sabang, serta sekitar 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.

“Ini pola yang sama, berulang, dan terorganisir. Berulang kali kami sebut inilah mafia pangan. Skalanya sudah ratusan sampai ribuan ton. Artinya ada kekuatan besar di belakangnya,” kata Mentan Amran.

 

Ia juga menyoroti adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai tidak menginginkan Indonesia mencapai kemandirian pangan. Menurutnya, praktik penyelundupan dilakukan untuk merusak stabilitas pasar dan melemahkan produksi dalam negeri.

“Ada pihak-pihak yang tidak akan pernah bahagia kalau Indonesia swasembada pangan. Karena itu mereka terus mencari celah untuk merusak pasar dan melemahkan produksi dalam negeri,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada bawang merah. Oleh karena itu, masuknya produk ilegal dinilai sangat merugikan petani karena dapat menekan harga di pasar.

Ia juga menyoroti kondisi petani cabai yang kerap mengalami anjloknya harga saat panen raya. Menurutnya, praktik penyelundupan hanya akan memperparah kondisi tersebut.

“Petani cabai kita sering mengeluh harga hancur saat panen. Jangan disakiti lagi. Mereka bekerja keras di lapangan, itu harus dilindungi,” tandasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement