JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku industri ekonomi kreatif (ekraf) yang berbasis kekayaan intelektual (KI). Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi para wirausaha kreatif di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, kini sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bisa menjadi jaminan pendukung.
Menurutnya, selama ini sertifikat kekayaan intelektual belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke perbankan. Namun, saat ini pemerintah telah membuka peluang agar HKI dapat digunakan sebagai agunan tambahan.
"Dulu sertifikat kekayaan intelektual kita belum bisa dijaminkan ke bank sebagai pinjaman. Sekarang sudah bisa, meskipun belum menjadi jaminan utama, tetapi dapat digunakan sebagai pendukung," ujarnya saat dalam acara Halal bi Halal Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasific B57+ di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Lebih lanjut, Teuku mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp10 triliun pada tahun 2026 untuk mendukung program KUR khusus ini. Skema tersebut ditujukan untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang semakin berkembang, terutama yang berbasis inovasi dan karya intelektual.
Dalam implementasinya, setiap pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan hingga Rp500 juta per wirausaha. Batas tersebut diharapkan cukup untuk membantu pelaku industri kreatif meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing.
Dia menegaskan, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengakui nilai ekonomi dari kekayaan intelektual, sekaligus mendorong transformasi pembiayaan yang lebih inklusif bagi sektor kreatif.
Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah optimistis industri kreatif Indonesia akan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.